NetEase Cabut Dana Nagoshi Studio, Gang of Dragon Terancam
Gaming

NetEase Cabut Dana Nagoshi Studio, Gang of Dragon Terancam

9 Maret 2026 | 5 Menit Baca | Dimas Aditya

Ambisi Toshihiro Nagoshi lewat Gang of Dragon terancam kandas. NetEase memutus pendanaan setelah proyek ini membengkak hingga 44,4 juta Dolar AS.

Era investasi agresif perusahaan teknologi Tiongkok terhadap kreator legendaris Jepang mulai berbenturan dengan realitas finansial. NetEase dilaporkan akan menghentikan seluruh aliran dana untuk Nagoshi Studio terhitung mulai Mei 2026. Keputusan drastis ini datang hanya tiga bulan setelah studio tersebut memamerkan debut game mereka, Gang of Dragon, di ajang The Game Awards pada Desember 2025.

Toshihiro Nagoshi, sosok sentral di balik kesuksesan waralaba Yakuza (kini Like a Dragon), mendirikan studio ini pada 2021 usai 32 tahun berkarir di Sega. Selama empat tahun terakhir, proses pengembangan berjalan di balik layar tanpa produk yang dirilis ke publik. Namun, rekam jejak legendaris rupanya tidak cukup untuk meyakinkan NetEase mempertahankan proyek ini di tengah evaluasi anggaran.

Perjalanan Nagoshi Studio

+3 bln

Keluar dari Sega

Toshihiro Nagoshi meninggalkan Ryu Ga Gotoku Studio.

+3 thn 11 bln

Pembentukan Studio

Nagoshi Studio resmi berdiri sebagai anak perusahaan NetEase.

+3 bln

Pengumuman Game

Trailer Gang of Dragon tayang perdana di The Game Awards.

Krisis Pendanaan

Laporan internal mengonfirmasi NetEase akan mencabut dana operasional.

Alasan utama penarikan dukungan ini bermuara pada skala pembengkakan anggaran. Berdasarkan laporan internal pada 6 Maret 2026, manajemen NetEase menemukan bahwa Gang of Dragon masih membutuhkan suntikan modal tambahan sebesar 7 miliar Yen, atau sekitar 44,4 juta Dolar AS (setara Rp695 miliar), hanya untuk mencapai tahap rampung.

Permintaan dana masif setelah empat tahun masa produksi menjadi indikator kuat adanya scope creep—kondisi di mana skala proyek terus membesar melebihi desain awal—atau masalah fundamental dalam pipeline pengembangan. Dalam ekosistem produksi kelas atas modern, defisit puluhan juta dolar di fase pertengahan biasanya dipicu oleh inefisiensi produksi aset visual resolusi tinggi dan integrasi motion capture yang kompleks.

Toshihiro Nagoshi
Source: Wikimedia Commons
Toshihiro Nagoshi kini harus mencari investor baru untuk menyelamatkan proyek Gang of Dragon dari ancaman penutupan.

Dari sisi teknis, ambisi visual Gang of Dragon memang menuntut kapital raksasa. Game aksi-petualangan ini merekrut aktor kawakan Korea Selatan, Ma Dong-seok (Don Lee), sebagai model protagonis Shin Ji-seong. Membangun replika distrik Kabukicho, Shinjuku dengan kepadatan geometri modern membutuhkan komputasi dan tenaga kerja ahli yang intensif. Mengintegrasikan digitalisasi wajah aktor kelas A ke dalam arsitektur engine mutakhir memakan biaya lisensi dan optimasi yang signifikan, terutama jika ditargetkan rilis untuk spesifikasi PC secara umum.

Profil Proyek Gang of Dragon

Developer
Nagoshi Studio Inc.
Sutradara
Toshihiro Nagoshi
Pemeran Utama
Ma Dong-seok (Shin Ji-seong)
Latar Tempat
Kabukicho, Shinjuku
Platform
PC (Steam)

Penolakan NetEase untuk menutupi kekurangan anggaran 44,4 juta Dolar AS tersebut sejalan dengan pergeseran strategi korporat mereka. Laporan keuangan tahun fiskal 2025 NetEase secara eksplisit menunjukkan penurunan beban operasional total sebesar 15,1 persen. Fokus mereka kini menyusut, mengutamakan profitabilitas dari produk domestik yang sudah terbukti alih-alih mengambil risiko panjang di pasar konsol dan PC global.

Nagoshi Studio bukan satu-satunya korban dari rasionalisasi ini. NetEase secara sistematis sedang melakukan divestasi terhadap belasan studio luar negeri. Ouka Studio telah resmi ditutup, operasional Worlds Untold ditangguhkan, dan Bad Brain Game Studios dibubarkan. Strategi ekspansi global dengan mengakuisisi talenta veteran Jepang dan Barat terbukti menghasilkan imbal hasil yang terlalu lambat di mata manajemen pusat.

Dampak Efisiensi Korporat NetEase

Defisit Game $44.4M
Kebutuhan dana tambahan Gang of Dragon
Beban Operasional -15.1%
Down
Penurunan pengeluaran NetEase (FY2025)

Saat ini, kelangsungan hidup Gang of Dragon berada di titik kritis dengan syarat yang nyaris mustahil dipenuhi. NetEase mengizinkan studio melanjutkan pengembangan secara independen, namun dengan klausul mutlak: pihak studio harus membeli kembali Hak Kekayaan Intelektual (IP) beserta seluruh aset yang telah dikembangkan sejak awal proyek berdiri.

Membeli kembali aset dari raksasa teknologi berarti Nagoshi harus membayar kompensasi atas seluruh biaya tenaga kerja, lisensi software, dan aset digital sejak 2022. Nagoshi dikabarkan tengah bergerak mencari sponsor atau investor baru sepanjang Maret, namun belum membuahkan hasil. Meyakinkan investor ketiga untuk melunasi utang akuisisi IP kepada NetEase, sekaligus menyuntikkan dana produksi tambahan sebesar 44,4 juta Dolar AS di tengah ketatnya iklim pendanaan game saat ini, adalah manuver bisnis yang sangat berat.

Bagi komunitas gamer di Indonesia, prospek pembatalan ini menyisakan ruang kosong di genre aksi kriminal bergaya sineas Asia Timur. Waralaba Yakuza memiliki basis penggemar yang solid dan fanatik di Tanah Air. Kehadiran Gang of Dragon di PC awalnya diproyeksikan memberikan penyegaran naratif, sekaligus menjadi penantang langsung bagi dominasi seri Like a Dragon dari Sega.

Jika Nagoshi gagal mengamankan pendanaan pengganti sebelum tenggat waktu Mei 2026, seluruh aset digital Gang of Dragon kemungkinan besar akan terkunci secara permanen di server NetEase. Runtuhnya studio ini membuktikan realitas brutal pengembangan perangkat lunak skala besar di mana status legendaris seorang kreator tidak memberikan jaminan keamanan tanpa adanya profitabilitas yang pasti. Kini, masa depan Gang of Dragon sepenuhnya bergantung pada apakah Nagoshi bisa menemukan “pahlawan” baru untuk mendanai visinya sebelum waktu benar-benar habis.