Apple M5 Max: Monster 18-Core Tumbangkan Ryzen 9 9950X
Hardware

Apple M5 Max: Monster 18-Core Tumbangkan Ryzen 9 9950X

7 Maret 2026 | 6 Menit Baca | Wahyu Permana

Skor Geekbench M5 Max kejutkan dunia: CPU 18-core Apple lewati Desktop Flagship x86, dengan performa Single-Core yang mempermalukan Threadripper.

Angka benchmark yang baru saja muncul di database Geekbench 6 Geekbench Apple M5 Max - Geekbench 6 CPU Benchmark Result 18-Core CPU @ 4.60 GHz — Single-Core: 4,353 | Multi-Core: 29,644 ini sekilas terlihat seperti anomali data. Bagaimana mungkin sebuah silikon mobile yang tertanam dalam sasis laptop tipis mampu mendekati performa prosesor desktop flagship yang memakan daya 250 Watt lebih?

Namun, bedah data teknis menunjukkan validitas angka tersebut. Apple M5 Max, dengan konfigurasi 18-core yang baru, mencatatkan skor Multi-Core sebesar 29.644 poin. Angka ini secara efektif melampaui AMD Ryzen 9 9950X—raja desktop x86 saat ini. Bahkan, dalam metrik single-thread, chip ini mampu melampaui performa workstation kelas berat.

Ini adalah momen krusial dalam sejarah instruksi set arsitektur (ISA) ARM vs x86. Apple tidak hanya mengejar ketertinggalan performa mentah; mereka mengubah paradigma efisiensi per watt secara radikal melalui pemanfaatan topologi chiplet yang agresif.

Anomali Arsitektur: 18 Core vs The World

Kemenangan ini terasa tidak masuk akal jika kita hanya melihat jumlah core. Ryzen 9 9950X membawa 16 core fisik berbasis Zen 5 dengan clock tinggi. M5 Max “hanya” memiliki 18 core (6 Super Performance + 12 Performance). Rahasianya terletak pada front-end bandwidth yang lebih lebar, branch prediction yang ditingkatkan, dan hierarki cache baru pada SP cores.

M5 Max menggunakan konfigurasi asimetris: 6 Super Performance (SP) cores yang dirancang untuk performa single-thread maksimal, dan 12 Performance (P) cores yang dioptimalkan untuk throughput multithreaded. Keduanya beroperasi di kisaran 4,60 GHz—clock speed yang sangat agresif untuk standar ARM, mendekati wilayah operasi x86 namun dengan thermal penalty yang jauh lebih rendah.

Dalam pengujian Single-Core, M5 Max menembus angka 4.353 poin Geekbench Apple M5 Max - Geekbench 6 Single-Core Single-Core: 4,353 — Rekor tertinggi di kelas konsumen , menjadikannya yang tercepat di kelas konsumen saat ini. Sebagai perbandingan, Threadripper Pro 9995WX—monster 96-core—tertinggal di belakang dalam metrik ini karena clock penalty pada desain many-core. Ini menunjukkan bahwa IPC uplift (Instructions Per Clock) dari arsitektur M5 sangat masif.

Dominasi Geekbench 6

M5 Max (Single) 4.353
Up
Rekor dunia baru
M5 Max (Multi) 29.644
Up
Melampaui 9995WX
Threadripper 9995WX 25.992
Down
Tipikal (puncak: 30.170)

Penting dicatat: Geekbench 6 sering kali tidak mampu menskalakan jumlah core yang sangat masif secara linier. Meskipun M5 Max (29.644) berhasil menyalip rata-rata skor Threadripper 9995WX Geekbench AMD Threadripper Pro 9995WX - Geekbench 6 CPU 96-Core CPU — Single-Core: 3,122 | Multi-Core: 25,992 (~26.000) di database ini—meski satu sampel 9995WX mencapai 30.170 Geekbench AMD Threadripper Pro 9995WX - Geekbench 6 CPU (Peak) 96-Core CPU — Single-Core: 2,800 | Multi-Core: 30,170 —workstation 96-core tersebut tetap akan jauh lebih unggul dalam tugas heavy throughput yang memanfaatkan seluruh core-nya secara penuh. Namun, fakta bahwa laptop 60-100 Watt bisa menyamai workstation 350 Watt di benchmark ini adalah tamparan keras bagi efisiensi x86.

Realitas GPU: Masih Jauh dari NVIDIA

Sisi GPU dari M5 Max menceritakan kisah yang berbeda dan lebih membumi. Jangan berharap “desktop replacement” penuh di sektor ini.

Meski membawa 40-core GPU dengan throughput memori 614 GB/s, M5 Max tetaplah SoC terintegrasi. Skor Metal mencapai 232.718 Geekbench Apple M5 Max - Geekbench 6 GPU Compute (Metal) 40-Core GPU — Metal Score: 232,718 , naik sekitar 20% dari M4 Max. Namun jika disandingkan dengan NVIDIA GeForce RTX 5090, perbandingannya menjadi tidak seimbang. Limitasi shared memory menjadi penghalang utama dalam beban kerja grafis mentah.

Komputasi Grafis: Integrated vs Discrete

Mobile Efficiency

Apple M5 Max GPU

VS
Raw Power

NVIDIA RTX 5090

2 /10
FP32 TFLOPS
9.8 /10
6 /10
Memory Bandwidth
9.5 /10
5 /10
Ray Tracing
9.9 /10
9.5 /10
Efisiensi Daya
4 /10

Pemenang

NVIDIA RTX 5090

Untuk rendering berat dan AI training skala besar, RTX 5090 masih tak tersentuh.

Estimasi menempatkan performa FP32 M5 Max di kisaran 18-20 TFLOPS, sementara RTX 5090 (Desktop) melenggang jauh di depan dengan ~105 TFLOPS. Bagi profesional yang bergantung pada CUDA libraries atau path tracing intensif, MacBook Pro dengan M5 Max belum bisa menggantikan workstation desktop dengan GPU diskret terbaru.

Di Balik Layar: TSMC SoIC-MH

Lompatan performa ini didukung oleh penggunaan teknologi packaging SoIC-MH (System on Integrated Chips - Multi Hybrid) dari TSMC.

Ini adalah pertama kalinya Apple menggunakan desain chiplet “Fusion” 2.5D untuk menggabungkan dua die silikon secara efektif. Pendekatan ini memungkinkan interkoneksi ultra-high bandwidth yang membuat sistem operasi membacanya sebagai satu chip monolitik, mengatasi keterbatasan ukuran fisik die tunggal dalam litografi.

Spesifikasi Teknis Apple M5 Max

Arsitektur
SoIC-MH Fusion Chiplet
CPU Config
18-Core (6 SP + 12 P)
GPU Config
40-Core @ 1.62 GHz
Memory Bandwidth
614 GB/s LPDDR5X
Neural Engine
16-core (4x Uplift)

Fitur Neural Engine 16-core yang baru juga memberikan peningkatan performa AI hingga 4x lipat dibanding generasi M4. Ini jelas respons terhadap tren on-device LLM, memastikan inferensi model AI lokal berjalan instan tanpa latensi jaringan.

Relevansi untuk Pasar Indonesia

Kapan monster ini mendarat di tanah air? Berdasarkan pola distribusi regional, Indonesia biasanya mendapatkan jatah resmi sekitar 4-6 minggu pasca peluncuran global.

Estimasi Ketersediaan

+4 bln 2 mgg

Pengenalan M5

Debut arsitektur dasar

+1 bln

Global Launch

M5 Pro & Max diumumkan

Prediksi Masuk Indonesia

Ketersediaan di distributor resmi

Harga adalah faktor penentu. Dengan harga dasar MacBook Pro 14-inci M5 Max di $3.599, estimasi harga ritel di Indonesia kemungkinan besar akan dimulai dari angka Rp58.000.000 ke atas.

Target pasarnya sangat spesifik: editor video 8K RAW, ilmuwan data, atau developer kompilasi masif. Bagi pengguna kasual, rasio harga terhadap performa mesin ini mungkin terasa berlebihan. Namun bagi profesional di mana waktu komputasi berbanding lurus dengan produktivitas, M5 Max menawarkan portabilitas workstation yang belum ada tandingannya di ranah laptop.

Hadirnya M5 Max semakin memperjelas dominasi Apple dalam menciptakan ekosistem perangkat profesional yang tidak lagi membutuhkan daya listrik masif untuk performa kelas wahid.